Gejala Penyakit Malaria Pada Anak

Gejala Penyakit Malaria Pada Anak – Penyakit malaria adalah penyakit yang disebabkan karena protozoa genus plasmodium. Jenisnya adalah pasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae dan plasmodium ovale. Penyakit malaria ini bisa bersifat kronis dan bisa diderita oleh anak-anak maupun oleh orang dewasa. Biasanya penyakit malaria ini ditandai dengan gejala demam, anemia atau kurang darah dan juga membesarnya limpa.

Gejala Penyakit Malaria Pada Anak

Gejala Penyakit Malaria Pada Anak

Penyakit Malaria

Gejala penyakit malaria pada anak bisa ditandai dengan adanya demam. Demam yang terjadi biasanya berupa demam priodeik atau demam yang biasanya muncul secara bertahap. Pada penyakit malaria tertiana atau penyakit malaria yang disebabkan karena plasmodium vivaz dan juga plasmodium ovale, biasanya waktu demam berkisar 3 hari, sedangkan pada penyakit malaria kuartana atau yang disebabkan karena plasmodium malariae biasanya waktu demam mencapai 4 hari. Gejala demam pada penyakit malarua ini sangat khas terdiri dari 3 tingkatan yakni menggigil atau sekitar 15 menit-1 jam, puncak demam sekitar 2-6 jam, dan juga berkeringat sekitar 2-4 jam.

Gejala penyakit malaria pada anak dengan terjadinya membesarnya limpa merupakan suatu tanda gejala yang khas dari penyakit malaria kronik. Limpa akan menjadi keras, kemudian menghitam, dan setelah itu menjadi keras karena adanya timbunan dari pigmen sel darah merah yang berasal dari parasit dan juga jaringan ikat yang mengalami penambahan.

Gejala penyakit malaria pada anak dengan kasus anemia. Biasanya stadium anemia tergantung dari jenis penyebab penyakit anemia, biasanya yang paling berat adalah penyakit anemia plasmodium falcifarum.

Gejala penyakit malaria pada anak lainnya adalah ditandai dengan ikterus atau kuning. Keadaan ini biasanya disebabkan karena hemolsis yang terjadi berupa pemecahan sel darah merah dan juga mengalami gangguan hepar.

Penularan penyakit malaria yang terjadi ditularkan dari penderita lewat masuknya sporozoit plasmodium lewat gigitan nyamuk betina Anopheles yang spesiesnya bisa saja berbeda dari satu tempat dengan tempat yang lain. Ada 15 jenis spesies nyamuk Anopheles yang diketahui merupakan sebagai media malaria di Indonesia. Penularan penyakit malaria bisa juga terjadi lewat parasit yang masuk dalam bentuk aseksual atau tropozoit misalnya adalah lewat transfusi darah, lewat suntikan dan juga lewat plasenta.

Mengendalikan Penyakit Malaria

Salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai upaya pengobatan penyakit malaria adalah dengan mengendalikan secara mekanis. Dengan cara yang seperti ini sarang atau juga tempat dimana nyamuk berkembang biak dimusnahkan misalnya adalah dengan cara mengeringkan tempat genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Dan salah satu upaya untuk mengendalikannya adalah dengan mengurangi potensi kontak antara nyamuk dengan manusia. Misalnya adalah dengan cara memberikan kawat nyamuk pada jendela serta pada jalan angin yang lainnya.

Sedangkan pengendalian biologis yang dilakukan adalah dengan menggunakan makhluk hidup yang sifatnya parasitik pada nyamuk atau juga dalam bentuk penggunaan pada hewan predator atau juga pada pemangsa serangga. Dengan melakukan upaya ini, maka penurunan populasi pada nyamuk juga akan menurun tanpa menimbulkan terjadinya gangguan pada keseimbangan ekologi.

Pengobatan yang lebih spesifik dilakukan pada penderita penyakit malaria adalah dengan cara :

  1. Pengobatan memberikan obat chloroquine pada O. Falciparum, P. Vivax, P. malaria dan P. Ovale yang masih sensitif pada jenis obat malaria tersebut
  2. Sedangkan untuk pengobatan darurat untuk penderita usia dewasa yang mengalami serangan penyakit malaria akibat terjadinya komplikasi yang serius atau berat untuk orang yang tidak kemungkinan bisa diberikan obat malaria dalam bentuk peroral maka bisa diberikan obat malaria Quinine dyhydrochloride.
  3. Untuk infeksi penyakit malaria P. Falciparum yang terdapat pada daerah dimana strain ditemukan dan resisten pada chloroquine, maka pengobatan biasanya dilakukan dengan cara memberikan quinine.
  4. Untuk pengobatan pada infeksi malaria jenis P. Vivax yang kebanyakan terjadi di Papua New Guinea atau Irian Jaya Indonesia maka digunakan jenis obat malaria mefloquine.
  5. Dan untuk membantu melakukan upaya pencegahan infeksi ulang yang terjadi akibat serangan nyamuk yang mengandung virus malaria P. Vivac, dan P. Ovale maka biasanya diberikan bentuk pengobatan menggunakan obat primaquine. Obat malaria primaquine tidak dianjurkan untuk orang yang terkena penyakit malaria yang penyebabnya bukan disebabkan oleh gigitan nyamuk misalnya adalah akibat dari transfusi darah dan karena cara penularan dari infeksi malaria seperti ini tidak ada pada fase hati.

Cara mengatasi penyakit malaria pada anak adalah dengan memberikan mereka menu makanan yang bergizi. Menu makanan yang bergizi ini sebagai salah satu obat malaria alami yang bisa diberikan adalah :

Bahan : 200 gram bayam yang sudah dipotong-potong, 1 buah labu siam yang dipotong dadu rata, dan 200 ml santan yang encer.

Bumbu : 4 butir bawang merah, 2 siung bawang putih, 2 cm kencur, 1 sdt ketumbar tumbuk, 2 lembar daun salam, 1 iris lengkuas, ½ sdt gula pasir, ½ sdt garam.

Cara membuat :

  1. Pertama-tama haluskan terlebih dahulu bawang merah, bawang putih dan juga kencur. Kemudian dimasukkan ke dalam santan yang sedang direbus.
  2. Setelah itu, tambahkanlah daun salam, lengkuas, dan juga labu siam yang sudah dipotong terlebih dahulu. Kemudian masaklah hingga mendidih
  3. Masukkanlah ketumbar, garam dan juga gula pasir, kemudian diaduk dengan rata.

Gejala Penyakit Malaria Pada Anak


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Malaria dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *